Demam Berdarah Dengue (DBD) bukan sekadar demam biasa. Penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue ini adalah ancaman serius yang bisa merenggut nyawa. Di Indonesia, setiap tahunnya ribuan kasus DBD terjadi, dan banyak di antaranya berakhir fatal.
Mungkin kita sering meremehkan nyamuk kecil yang terbang di sekitar kita. Padahal, nyamuk Aedes aegypti, si pembawa virus Dengue, adalah makhluk mematikan yang bersembunsi di balik genangan air jernih di sekitar rumah kita. Satu gigitan dari nyamuk ini sudah cukup untuk mengirimkan virus berbahaya ke dalam tubuh kita.
Mengapa Demam Berdarah Sangat Berbahaya?
Demam berdarah berbahaya karena ia menyerang sistem pembuluh darah dan trombosit. Trombosit berfungsi untuk membekukan darah dan menghentikan pendarahan. Saat virus Dengue menyerang, jumlah trombosit dalam darah kita akan turun drastis.
Pada fase kritis, yang biasanya terjadi di hari ketiga hingga ketujuh, penderita bisa mengalami Syok Dengue Sindrom (SDS). Pada kondisi ini, penderita bisa mengalami :
- Pendarahan: Pendarahan bisa terjadi di mana saja, mulai dari hidung, gusi, hingga pendarahan internal yang tidak terlihat.
- Kebocoran Plasma: Ini adalah kondisi yang membuat cairan dari pembuluh darah keluar. Hal ini menyebabkan syok dan kegagalan organ.
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berakhir pada kematian.
Kenali Gejala Awal dan Jangan Pernah Remehkan!
Memahami gejala awal adalah kunci untuk mendapatkan pertolongan medis secepatnya. Jangan pernah anggap remeh jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala-gejala berikut:
- Demam Tinggi Mendadak: Demam biasanya mencapai 39-40 derajat Celsius dan terjadi secara tiba-tiba.
- Nyeri Otot dan Sendi: Sering disebut “breakbone fever” karena rasa sakitnya seperti tulang yang patah.
- Sakit Kepala Hebat: Rasa sakit biasanya terpusat di bagian belakang mata.
- Muncul Ruam Merah: Bintik-bintik merah kecil akan muncul di kulit, mirip seperti gigitan nyamuk, tapi tidak gatal.
- Mual dan Muntah: Penderita sering merasa tidak enak badan dan kehilangan nafsu makan.
Jika gejala-gejala ini muncul, segera pergi ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk. Penanganan yang cepat dan tepat bisa menyelamatkan nyawa.
Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti
Langkah terbaik adalah pencegahan, dan itu dimulai dari rumah kita sendiri. Lakukan 3M Plus secara rutin:
- Menguras: Bersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, atau vas bunga setidaknya seminggu sekali.
- Menutup: Tutup rapat tempat penampungan air untuk mencegah nyamuk bertelur di dalamnya.
- Mendaur Ulang: Manfaatkan atau buang barang-barang bekas yang bisa menampung air.
Plus: Lakukan upaya tambahan seperti menaburkan bubuk larvasida (abate) di tempat-tempat yang sulit dikuras, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan kelambu saat tidur, dan menggunakan losion antinyamuk.
Mari kita bertindak sekarang, sebelum nyamuk-nyamuk itu kembali membawa ancaman. Lindungi diri, lindungi keluarga, dan jadikan lingkungan kita bebas dari Demam Berdarah. Keselamatan kita ada di tangan kita sendiri.

