
MIDAI – Dalam upaya meningkatkan literasi kesehatan jiwa dan memberikan bekal kemandirian psikologis bagi generasi muda, UPTD Puskesmas Midai sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan sosialisasi dan penyuluhan “Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP)”. Kegiatan ini dilaksanakan di tiga institusi pendidikan berbeda, yakni MA Bustanul Ulum Midai (21 April 2026), MTsN 3 Natuna (22 April 2026), dan SMPN 1 Midai (23 April 2026).
Kesehatan jiwa kini menjadi perhatian serius, mengingat data menunjukkan bahwa gangguan jiwa merupakan salah satu beban kesehatan pada kelompok usia remaja. Melalui kegiatan ini, Puskesmas Midai hadir untuk memberikan edukasi bahwa kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik dalam menunjang produktivitas siswa.
Dalam materi yang disampaikan, P3LP dijelaskan sebagai bantuan psikologis paling dasar dan sederhana bagi individu yang mengalami kejadian berat atau krisis yang menyebabkan luka psikologis. P3LP bukanlah bentuk terapi profesional atau penegakan diagnosis, melainkan sebuah bentuk pertolongan awal agar kondisi psikologis seseorang tidak memburuk.
Para siswa diajarkan untuk menjadi first aider (penolong pertama) bagi teman sebaya dengan menerapkan prinsip 3M:
- Memperhatikan : Mengamati kondisi teman yang menunjukkan reaksi emosional tidak wajar, seperti menangis, menarik diri, atau gelisah.
- Mendengarkan : Hadir secara utuh dengan empati, mendengarkan tanpa memaksa untuk bercerita, dan memberikan tanggapan yang menenangkan.
- Menghubungkan : Membantu teman untuk mendapatkan dukungan sosial lebih lanjut atau merujuk ke tenaga profesional seperti dokter di Puskesmas jika ditemukan tanda-tanda gawat darurat.
Selain teknik pertolongan, penyuluhan ini juga menekankan pentingnya membangun Faktor Protektif, yaitu kekuatan internal seperti optimisme, kemampuan menyelesaikan masalah yang baik, serta hubungan harmonis dengan keluarga untuk membentengi diri dari risiko gangguan jiwa.
Kepala Puskesmas Midai berharap melalui sosialisasi ini, para siswa di MA Bustanul Ulum, MTsN 3 Natuna, dan SMPN 1 Midai dapat lebih peka terhadap kondisi kesehatan jiwa diri sendiri maupun lingkungan sekitar. Dengan literasi yang baik, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang suportif dan sehat secara mental.
“Kesehatan jiwamu lebih penting dari validasi eksternal apa pun,” demikian salah satu pesan penutup dalam materi yang diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa.
