Pernahkah kita bertanya-tanya, apa rahasia agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting atau anemia? Jawabannya ada di sekitar kita, tepatnya di kekayaan laut dan hasil bumi tanah Midai yang melimpah!
Sebagai bagian dari komitmen kita mewujudkan Indonesia Sehat, Puskesmas Midai mengajak seluruh keluarga untuk mengoptimalkan potensi pangan lokal demi gizi seimbang. Mari kita cegah stunting dan anemia bersama-sama!

Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia, penurunan angka stunting nasional menjadi prioritas utama. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dampaknya sangat serius, tidak hanya menghambat pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan otak anak, yang berujung pada penurunan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Anemia, khususnya anemia defisiensi besi, juga menjadi masalah serius yang seringkali luput dari perhatian. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan kelelahan, daya tahan tubuh menurun, dan gangguan konsentrasi, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, terutama ibu hamil. Ibu hamil yang anemia berisiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah dan berpotensi stunting.
Midai dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa. Lautan kita menyimpan melimpahnya ikan segar, sementara tanah kita subur menghasilkan berbagai jenis umbi-umbian, sayuran, dan buah-buahan.

Ikan adalah primadona gizi di Midai. Ikan laut seperti tongkol, kembung, selar, dan kakap adalah sumber protein hewani berkualitas tinggi yang esensial untuk pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh. Lebih dari itu, ikan laut juga kaya akan:
- Zat Besi: Penting untuk pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia.
- Omega-3: Nutrisi penting untuk perkembangan otak dan fungsi kognitif anak.
- Vitamin D: Mendukung kesehatan tulang dan sistem imun.
Selain itu Tanah Midai yang subur menyediakan beragam sumber karbohidrat, vitamin, dan mineral penting:
- Umbi-umbian (Singkong, Ubi Jalar, Keladi): Pengganti nasi yang baik, kaya serat, dan karbohidrat kompleks untuk energi yang tahan lama. Ubi jalar kuning juga kaya Vitamin A yang baik untuk mata dan kekebalan tubuh.
- Sayuran Hijau (Daun Singkong, Daun Kelor, Kangkung): Sumber zat besi non-heme, vitamin C (membantu penyerapan zat besi), serat, dan beragam antioksidan. Daun kelor, khususnya, dikenal sebagai “superfood” lokal dengan kandungan gizi yang luar biasa.
- Buah-buahan (Pisang, Pepaya, Jambu Air): Sumber vitamin, mineral, dan serat. Pisang memberikan energi instan, pepaya kaya vitamin C dan A, sementara jambu air kaya air dan serat.
Setiap kali makan, pastikan piring Anda terisi oleh:
- Separuh Piring: Buah-buahan dan sayuran (semakin bervariasi warnanya, semakin baik).
- Seperempat Piring: Sumber karbohidrat (nasi, singkong, ubi jalar, jagung).
- Seperempat Piring: Sumber protein (ikan, tahu, tempe, telur).
- Jangan lupa tambahkan sedikit lemak sehat dari minyak kelapa atau santan secukupnya, serta air putih yang cukup!
Mencegah stunting dan anemia adalah tanggung jawab kita bersama. Dimulai dari keluarga, pastikan ibu hamil mendapatkan gizi yang cukup, bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, dan dilanjutkan dengan MPASI yang tepat dan bergizi. Anak-anak dan remaja juga perlu dibiasakan mengonsumsi makanan sehat dari pangan lokal sejak dini.
Mari kita bersama-sama memanfaatkan kekayaan alam Midai untuk membangun generasi yang lebih sehat, cerdas, dan unggul. Dengan gizi seimbang berbasis pangan lokal, kita wujudkan masyarakat Midai yang kuat dan sejahtera!
